1. Vitamin A
Memiliki manfaat dan fungsi sebagai:
- Sebagai bahan untuk pembentukan rodopsin yang diperlukan dalam proses penglihatan.
- Memacu pertumbuhan tubuh.
- Vitamin A dapat mencegah terjadinya keratinisasi pada jaringan
pelapis (epithel), seperti pada saluran pernafasan dan saluran
pencernaan.
- Mencegah terjadinya penyakit kanker usus. Berbagai penelitian menunjukkan vitamin A, berperan dalam mencegah penyakit kanker.
2. Vitamin B Kompleks
Ada sejumlah vitamin yang termasuk kelompok vitamin B-kompleks
seperti vitamin B1 (thiamin), B2 (riboflavin), niasin, vitamin B6
(pridoksin), vitamin B12, asam folik dan kolin. Namun, secara umum
fungsi vitamin adalah sebagai berikut :
- Sebagai Co-enzym Thiamin pyropsfat yang diperlukan pada pembentukan
Acetyl Coenzym dan dari asam piruvat dalam metabolism karbohidrat.
- Memelihara sifat parmeabilitas dari dinding pembuluh darah sehingga
mencegah terjadinya penumpukan cairan dalam jaringan tubuh (odema)
seperti pada penderita penyakit beri-beri.
- Memelihara fungsi syaraf peripheral sehingga mencegah terjadinya neuritis.
- Memperbaiki kontraksi dinding lambung sehingga sekresi getah cerna menjadi lebih baik dan memelihara nafsu makan.
- Mencegah terjadinya penyakit beri-beri pada tubuh.
3. Vitamin C (asam askorbin)
Vitamin C dalam tubuh berguna dalam pembentukan dan pemeliharaab zat
perekat yang menghubungkan sel-sel dengan sel dari berbagai jaringan.
Kekurangan vitamin C dapat juga menyebabkan lemahnya dinding
kapiler-kapiler darah sehingga mempermudah pendarahan. Kekurangan
vitamin C dapat juga menyebabkan perubahan susunan tulang dan tulang
muda (
kartilase), gusi dan gigi. Berbagai penelitian menunjukkan beberapa fungsi Vitamin C antara lain adalah:
- Untuk pembentukan sel jaringan tubuh.
- Untuk pembentukan collagen. Collagen adalah sejenis protein yang
diperlukan dalam pembentukan jaringan ikat. Collagen diperlukan pada
proses penyembuhan luka, karena collagen akan menghubungkan kembali
sel-sel jaringan yang koyak karena luka, sehingga luka lekas
sembuh. Collagen terbentuk dari perubahan prolin yaitu sejenisnya asam
amino menjadi hidroksiprolin dengan bantuan vitamin C. pada definisi
vitamin C pembentukan hidroksiprolin terganggu, sehingga jika luka sukar
sembuh.
- Memperkuat pembuluh darah. Pembuluh darah kapiler yang ada di bawah
kulit cenderung rapuh jika kekurangan vitamin C sehingga mudah terjadi
pendarahan (hemoragia). Karena itu salah satu cara untuk mengetahui
adanya kekurangan vitamin C adalah dengan Tes Frogility dari pembuluh
kapiler.
- Vitamin C diperlukan dalam penyerapan zat besi (Fe). Dengan demikian
vitamin C berperan dalam pembentukan hemoglobin, sehingga mempercepat
penyembuhan anemia.
- Vitamin C juga berperan dalam metabolism kolesterol terutama dalam
mengubah kolesterol menjadi asam empedu. Karena itu vitamin C dapat
menurunkan kadar kolesterol darah.
4. Vitamin D (Vitamin antirachitis)
Vitamin D termasuk kelompok senyawa sterol yaitu ergosterol yang ada
dalam tumbuh-tumbuhan yang oleh sinar ultra violet dapat diubah menjadi
ergokalsiferl atau vitamin D2. Dalam tubuh hewan terdapat senyawa 7-
hidroksikolesterol, yang jika terkena sinar ultraviolet akan berubah
menjadi kolekalsiferol atau vitamin D3. Karena kandungan yang terdapat
pada vitamin D itulah maka zat ini merupakan vitamin yang berfungsi
sebagai antirachitis yaitu sejenis penyakit pada tulang yang terjadi
karena tidak sempurnanya proses varsifikasi pada tulang itu sendiri.
Selain itu vitamin D memiliki manfaat sebagai berikut :
- Memperbaiki penyerapan zat kapur dan fosfor dalam usus. Dalam bentuk
aktifa, vitamin D menginduksi pembentukan sejenis protein yang
diperlukan untuk pengangkutan zat kapur oleh darah yaitu senyawa yang
disebut “Calsium Binding Protein”.
- Mengatur proses mineralisasi dan kalsifikasi tulang rawan sehingga menjadi keras.
- Mengaktifkan dua macam enzym yaitu alkalin pofatase yang diperlukan
untuk transportasi Calsium dan enzim adenosine pofatase yang diperlukan
dalam proses pembentukan kolagen pada tulang.
5. Vitamin E (tokolerol)
Vitamin E dianggap berpengaruh pada kesanggupan untuk mengadakan
keturunan. Hal ini pernah menjadi penelitian medis dimana pada
hewan-hewan yang dalam makanannya kekurangan vitamin E akan menjadi
mandul. Selain itu, hewan betina yang kekurangan vitamin ini sel-sel
telurnya akan berdegenerasi, sedangkan hewan-hewan jantan akan
mengakibatkan penghambatan dalam pembentukan sel jantan (sperma).
6. Vitamin K (menadione)
Vitamin K penting artinya dalam proses pembekuan darah, karena vitamin. Ini mempengaruhi pembentukan
protrombine dalam hati. Jika kekurangan vitamin ini makam
protrombine dalam
darah berkurang. Akibatnya, jika terjadi luka maka luka ini akan sukar
berhenti mengeluarkan darah karena luka sukar menutup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar